Sunday, December 30, 2012

|Dia, si mujahidah|


Tersentak, terkesan,
Bila hayati maksud disebalik mujahidah,
Meski langit yang menangis membasahi bumi,
Meski hujan menjernihkan darahmu hingga merahnya tidak kelihatan,
Meski kau lemparkan senyuman persis Yusuf,
Dia tetap tidak terkalah,

Bukan beerti menyangkal fitrah,
Cuma tidak memberi ruang,
Pada peluang yang tidak mengikut syarak.


Dia,
Walau rentung,
Kotor,
Bercerai bersepai,
Impiannya satu,
Menggapai cinta yang satu,
Bukan cinta makhluk yang didahulu,
Tapi kasih DIA yang satu,
hanya syahid yang ditunggu-tunggu.

Dia,
Bila ditanya,
Apa sebabnya jelas begitu tabah,
Adakah setiap khabar berita,
Langsung tak hulurkan resah?,
Riak wajah tenang dan suci,
Senyuman tersimpul seikhlas hati,
Tanda redhanya pada takdir Ilahi,
Jawapannya cukup menenangkan hati,
“Allah kan ada!! Sentiasa di sisi.”

Apa saja mehnah dan tribulasi,
Dia tetap tidak terkalah.



Untuk manusia, Tuhan tidak pernah memberi kisah yang sia-sia. Padanya ada hikmah ~

No comments:

Post a Comment